2019/04/02

[TIPS KTI #2] Cara Mudah Membuat BAB 2 Kajian Teori

bab 2


Kucing rakus muka datar
Makan teri tak berasa
Hallo Sobat Kuskus Pintar
Sudah lama kita tak bersua😁

Jadi kali ini saya akan berbagi ilmu yang pernah saya serap sewaktu duduk di bangku SMA. Ilmu yang sungguh tak banyak ini akan saya bagikan dengan cuma-cuma (Azik)

Oiya boleh dong cerita sedikit, dulu sewaktu SMA saya ngambil jurusan IPS. Kenapa saya milih IPS ? hehe ntar kapan-kapan saya ceritakan di lain artikel yah (Takut kepanjangan dan akhirnya membosankan).

Singkat cerita ada salah satu mapel yakni Sosiologi. Pelajaran Sosiologi termasuk mapel yang sangat saya gemari, karena ke-simple-annya lho hehe. Simple karena kami hanya bawa modul tipis kertas HVS yang saya taksir hanya berjumlah 200 halaman. Modul sakti tersebut berisi materi selama SMA yakni kelas 10, 11, dan 12.

Wow bener bukan? Dibalik modul sakti itu ada sang penulis pena yaitu Tino Raharjo (Guru saya dulu). Andai saja kitab PSAK anak Akuntansi bisa dirangkum sedemikian rupa juga, alangkah bahagianya hidupku 😂

Kepanjangan ya ceritanya?
Oke lanjut ke inti pembahasan artikel kali ini. Apa itu?

Kuy cek ke bawah hehe

BAB 2 Kajian Teori


Materi dari Tips KTI yang ke #2 yakni Kajian Teori. Adapun nama lainnya adalah Landasan Teori, kajian pustaka dan istilah-istilah lainnya.

Pada Bab 2 Karya Tulis Ilmiah mencakup:

A. Landasan Teori

B. Teori Penelitian Terdahulu (jika ada)

C. Hipotesis (jika ada)

D. Kerangka Berpikir (jika ada)


Tau nggak apa aja isi dari Landasan teori?
Belom yah?

Oke langsung saja...

A. LANDASAN TEORI


Berikut ini penjelasannya secara ringkas.
1. Istilah lain dari landasan teori adalah kajian pustaka, tinjauan pustaka, studi pustaka/kajian teori.
2. Landasan teori merupakan telaah masalah penelitian/penulisan karya tulis ilmiah yang didasarkan pada teori, fakta, data, pengertian, hasil penelitian sebelumnya yang diperoleh dari hasil pencarian sumber melalui membaca.
3. Pokok pembahasan yang dikaji ialah variabel yang menjadi fokus penelitian/penulisan.
4. Landasan teori ini dijadikan sebagai dasar membuat hipotesis

Contoh nih yah kalo belom jelas dengan ringkasan di atas.

Judul Karya: "wakafkito.com, Solusi Pembiayaan Umat"
Nah pada karya tersebut yang menjadi titik fokus permasalahannya adalah cara baru dalam mengumpulkan wakaf tunai. Solusi yang mereka tawarkan melalui penerapan fintech (Financial Technology) yakni rancangan situs wakafkito.com.

Pada karya tulis tersebut bisa diuraikan mengenai teori tentang wakaf, fintech, dan model pimbiayaan/akad yang digunakan.
Seperti berikut ini.
BAB 2 KAJIAN TEORI
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Wakaf Tunai
2.1.2 Financial Technology
2.1.3 Akad Mudharabah

Jadi begitu sobatKus untuk penjelasan mengenai Landasan teorinya.

B. TEORI PENELITIAN TERDAHULU (Jika ada)


Pada bagian ini berisi penelitian terdahulu yang relevan atau memiliki kesamaan dengan karya tulis yang kita buat. Bagian yang perlu ditulis pada bagian Teori penelitian terdahulu adalah nama (penulis/instansi), tahun penulisan, judul penelitian, dan ringkasan singkat atau hasil penelitian (kesimpulan).

Misalnya penelitian yang pernah ada terkait pembuatan website untuk menghimpun dana wakaf, namun memiliki perbedaan dari karya tulis yang kalian buat. Pada penelitian terdahulu website hanya menghimpun dana wakaf tunai untuk pembangunan infrastruktur. Nah pada karya tulis kalian memiliki inovasi, yakni dana yang dihimpun ditujukan untuk UMKM. Ibaratnya website yang dibuat adalah tempat pertemuan antara investor dan pencari dana usaha.

Namun pada bagian ini sifatnya tidak wajib ditulis atau dicantumkan karena tidak semua peneltian pernah dilakukan sebelumnya.

C. HIPOTESIS (Jika ada)


Hipotesis merupakan jawaban sementara (praduga) dari hasil kajian teori yang masih perlu dibukti kebenarannya. Beberapa penelitian atau karya tulis ilmiah todak memerlukan hipotesis seperti kajian secara historis dan deskriptif. Biasanya karya tulis ilmiah humaniora (ekonomi dan sosial) jarang menggunakan hipotesis.

Ada dua jenis hipotesis:
-Hipotesis kerja/hipotesis alternatif/Ha.
Merupakan semua hipotesis yang dibangun oleh penulis. Contohnya, ada hubungan antara pacaran dengan prestasi belajar.
-Hipotesis nol/Ho.
Merupakan ingkaran atau kebalikan daru hipotesis Ha. Contohnya, tidak ada hubungan antara pacaran dengan prestasi belajar.

D. KERANGKA BERPIKIR


Kerangka pikir berisi bagan yang merupakan alur penulisan atau penelitian karya tulis yang dibuat oleh si penulis. Pada karengka berpikir ini dimulai dari penemuan masalah hingga ditemukannya solusi dan disusun secara sistematis. Layaknya bagan, kerangka berpikir dibuat seperti bagan yang memiliki anak panah sebagai penghubung dan jika diperlukan dapat ditambah beberapa cabang.Berikut ini contoh Kerangka Berpikir dengan judul Karya Tulis Ilmiah "WAKAFKITO.COM, SOLUSI PEREKONOMIAN UMAT MASA KINI”

kerangka berpikir


Sudah berakhir perjumpaan materi artikel kita kali ini, akhir kata semoga bermanfaat.

2019/03/29

[Contoh Puisi] Jiwa yang Lupa Raga

Walk

Jiwa yang Lupa Raga


Wahai jiwa tak  berdukakah engkau pada sang raga,
Mendekap pada dinginnya angin,
Dan ia mengaung.

Jiwamu sungguh egois,
Tak penatkah kau menghujam raga dengan ketidakpedulianmu itu?
Menangis ia di tengah malam.

Memang benar tuhanmu sekedar menitipkan raga untukmu,
Layaknya titipan tak sepantasnya kau bertindak dzolim.

Ragamu kelaparan melolong tak karuan,
Kau acuh padanya.

Wahai jiwa,
Ragamu hanya persinggahan sementara,
Sekiranya engkau lebih peduli selagi ia masih tegar belum jatuh tepar,
Selagi ia masih sehat belum jatuh sekarat.

Malulah pada sang pemberi titipan ini,
Mohon maaflah kepada raga yang tak sengaja teraniaya.

--Mari Peduli Raga--

Di sudut tembok, 29 Maret 2019

2019/03/11

[TIPS KTI #1] Cara Menulis BAB I Pendahuluan Pada Karya Tulis Ilmiah

BAB 1

Hallo sobat Kuskus Pintar

Sudah lama kita tidak bersua di ruang maya ini :D

Bagaimana kabarnya ? Semoga selalu sehat ya sobatKus.

Hari ini ada kabar gembira buat kita semua (kulit manggis kini ada ekstraknya *eh).
Maaf ya intronya agak absurd gitu, biasalah udah lama nggak nulis lagi. Okey izinkan saya berbagi ilmu yang sungguh tak banyak ini kepada sobatKus, Apaan tuh ? Jadi, hari ini sobatKus saya akan membedah apa aja sih yang bakal ditulis di dalam BAB I Pendahuluan pada penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Stay tune in my web....


Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Bab I tidak jauh dari cara penulisan pada skripsi, tesis, atau artikel ilmiah, dan jenis lainnya. Kebanyakan mahasiswa sedikit kebingungan untuk memulai sebuah tulisan yakni Bab I (termasuk saya). Terkadang pikiran jahat sering menghampiri "Gue gak bisa nulis Bab I, Bab I itu isiya apaan Yak" dan pernyataan lainnya.

Okey kita sepakat bahwa memulai sebuah tulisan itu rumit, butuh komitmen (Asik kayak hubungan aja nih wkwk).

Sebenarnya jika dibedah kembali yang rumit itu bukan memulai, tetapi mencari sebuah topik pembahasan. Namun, disini saya tidak membahas topik pembahasan yah ^_^

Bab I Pendahuluan itu ibarat makanan pembuka, mengajak si pembaca untuk memulai menyantap makanan sebelum ke menu utama. Bagian pembuka inilah yang seharusnya dibuat semenarik mungkin agar pembaca dibuat penasaran akan kelanjutan bagian lainnya.

For your information sobatKus, bahwa pada Bab I Pendahuluan inilah yang menjadi titik utama penilaian juri setelah Abstrak (Apa kak Abstrak? ntar gue bahas yo). Juri akan menilai sebuah Karya Tulis apakah berbobot atau tidaknya dari apa yang disampaikan pada Bab I ini, melihat orisinalitas masalah, keunikan masalah yang diangkat, urgensi masalah, serta inovasi atau gagasan yang ditawarkan terkait permasalahan.

Tanpa basa-basi lagi, bagi sobatKus yang masih merasa bingung bagaimana menyusun Bab I Pendahuluan, berikut ini adalah penjelasannya yaww. Simak dalam hati dan baca perlahan sampai habis.

Apa aja yang ditulis di Bab I Pendahuluan ?

A.    Latar  Belakang Masalah

B.    Batasan Masalah (optional)

C.    Rumusan Masalah

D.    Tujuan Penelitian (bisa juga ditulis Tujuan Penulisan)

E.    Manfaat Penelitian (bisa juga ditulis Manfaat Penulisan)


Terus bagaimana penjelasannya ? (santai bro ini juga baru mau dikasih tau hehe)

A. Latar Belakang

Pada suatu karya tulis ilmiah, menulis latar belakang masalah biasanya atau yang paling umum ditulis adalah dengan menggunakan model segitiga terbalik (Umum ke Khusus), mengerucut hingga solusi yang ditawarkan.

Masalah-masalah yang dipaparkan pada latar belakang dapat diperoleh dari hasil observasi penulis, atau bisa juga diperoleh dari studi pendahulu atau dari penelitian terdahulu kemudia dikembangkan. Istilah kerennya sih ATM (Amati Tiru dan Modifikasi). Jika karya tulis yang temen-temen buat merupakan studi lanjutan, maka yang bisa dibahas adalah kekurangan-kekuranagn pada karya sebelumnya kemudian nantinya ditemukan solusi baru sebagai pelengkap yang telah ada.

Dalam penulisan latar belakang, sebaiknya menggunakan data atau fakta yang diperoleh dari sumber yang terpercaya seperti jurnal, buku, web resmi pemerintah, publikasi pemerintah, hasil wawancara yang mendukung sebuah karya. Dan perlu dicatat bahwa mencari rujukan hindari blog pribadi (blogspot/wordpress), wikipedia, kompasiana, kaskus, dan web tidak resmi lainnya.

Contoh : 1) Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan Nenek Aro (2015), Tradisi Melemang adalah suatu bentuk sedekah bumi sebagai tanda rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen raya yang dilakukan oleh para masyarakat Desa Kertayu. 2) Mastercard-Crescentrating Global Muslim Travel Index (2018), mengatakan bahwa Indonesia bersama Uni Emirat Arab menempati posisi kedua destinasi wisata halal terfavorit yakni dengan skor 72.

B. Batasan Masalah (bersifat opsional)

Batasan masalah pada sebuah karya tulis bersifat opsional, artinya bisa dicantumkan atau tidak dicantumkan. Adapun fungsi dari adanya batasan masalah ini adalah membatasi masalah penelitian agar tidak terlalu luas, dan tidak bercabang kemana-mana, sehingga dalam penulisannya menjadi fokus. Ibarat sungai yang luas perlu dibuat waduk agar tidak meluber kemana-mana, itulah batasan masalah.

Setiap penulisan karya tulis ilmiah pasti memiliki batasan masalah, baik secara ruang, bahan dan alat penelitian, teknologi, waktu, hingga finansial si peneliti. Akibat dari adanya batasan tersebut maka boleh ditulis batasan masalah yang berperan sebagai pembatas dan dapat ditulis berupa deskripsi singkat atau poin-poin pentingnya saja.


C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah terdiri dari pertanyaan atas penelitian atau pokok pembahasan yang diteliti. Pertanyaan tersebut dapat ditulis dengan awalan "Bagaimana" untuk menanyakan cara, awalan "Apakah" untuk menanyakan perihal pembuktian, dan standar KTI SMP, SMA, Mahasiwa S1 belum sampai pada pertanyaan "Mengapa". Hal tersebut terjadi karena untuk remaja hanya sebatas menguraikan dan membuktikan masalah.

Berikut ini contoh rumusan masalah, yuk baca :
1. Apakah durian dapat diolah menjadi masker alami ?
2. Bagaimana proses pengolahan durian menjadi masker alami untuk perawatan wajah ?

Atau contoh lainnya:
1. Apakah dana wakaf dapat menjadi modal pembiayaan bagi UMKM ?
2. Bagaimana mekanisme pembiayaan wakaf yang dapat dilakukan untuk permodalan UMKM ?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan masalah erat kaitannya dengan rumusan masalah, jika ada dua rumusan masalah maka untuk tujuan masalahnya pun ada dua. Hubungan dari keduanya ini bisa disebut "Benang Merah" dalam penelitian KTI.

Contoh:
Rumusan Masalah
1. Apakah dana wakaf dapat menjadi modal pembiayaan bagi UMKM ?
2. Bagaimana mekanisme pembiayaan wakaf yang dapat dilakukan untuk permodalan UMKM ?

Maka, Tujuan Masalah yang ditarik adalah...
1. Mengetahui dana wakaf dapat menjadi modal pembiayaan bagi UMKM.
2. Mengetahui mekanisme pembiayaan wakaf yang dapat dilakukan untuk permodalan UMKM.

 

E. Manfaat Penelitian

Terakhir pada Bab I Pendahuluan adalah manfaat penelitian. Adapun untuk penulisan manfaat ini tidak ada aturan baku yang mengaturnya. SobatKus bisa bebas menuliskan manfaat dari KTI yang dibuat, bisa ditulis secara paragraf deskripsi, ditulis poin-poin intinya saja, atau bisa ditulis perbagian seperti bagi penulis, bagi penelitian lanjutan, bagi masyarakat, bagi pemerintah. Manfaat penelitian atau manfaat penulisan dapat juga ditulis dengan dua bagian seperti manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.

Manfaat Teoritis : manfaat yang diperoleh sebagai pembelajaran dalam bentuk teori, seperti berguna sebagai sumbangan ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa dan sebagai masukan bagi penelitian lanjutan nantinya.
Manfaat Praktis : manfaat ini ditujukan untuk Penulis , Pihak bersangkutan dan juga masyarakat, atau bahkan pemerintah.

Baiklah sudah sampai dipenghujung artikel, saya selaku penulis Kuskus Pintar mengucapkan banyak terima kasih kepada SobatKus yang sudah menyimak sampai akhir.

Yeay Perahu telah Berlabuh, See you.

2019/03/04

Kita Adalah Pemenang: Cuci Mata ke Bumi Rafflesia, Sambil Berprestasi!

Bengkulu, 14-16 Februari 2019


KSEI Ukhuwah FE Unsri

Perjalanan panjang yang dilalui seonggok manusia yang haus akan ilmu Sang Khalik, pergi melewati batas kota dan meluncur ke kota seberang. Bengkulu, Bumi Rafflesia, ah aku tak pernah ke sana. Dulu, beberapa waktu yang lalu teman-temanku pernah bercerita tentang liburannya yang pergi ke Bengkulu. Cara mereka menceritakan Bengkulu membuatku terpana, Benteng Malborough, Pantai Panjang, beberapa Perbukitan menuju puncak yang terpampang hamparan bunga-bunga cantik, dan sejuknya kota Curup. "I'm coming Bengkulu" sebut saya dalam hati.


 Kedua kalinya saya merasakan moda transportasi yang bernamakan Kereta api. Sebelumnya, saya pernah menaikinya pada saat perjalanan ke Lampung dalam agenda yang sama pada tahun lalu. Alhamdulillah tahun ini masih bisa merasakan agenda tersebut lagi. Sebut nama agendanya Temilreg (Temu Ilmiah Regional). Temilreg merupakan ajang pertemuan antar mahasiswa Ekonomi khususnya yang tergabung ke dalam Keanggotaan Kelompok Studi Ekonomi Islam yang dilakukan rutin setiap tahun. Temilreg merupakan agenda besar dari Fossei Sumbagsel (Forum Silaturahmi dan Studi Ekonomi Islam) Sumatera Bagian Selatan. Lebih besarnya lagi ajang pertemuan Temilnas (Temu Ilmiah Nasional).

Stasiun Kertapati

Singkat cerita, perjalanan selama 12 jam di kereta dan lanjut 4 jam naik travel. Perjalanan telah ditempuh dan tiba di Asrama Haji Bengkulu tepat pukul 23.00 (hampir tengah malam lho hehe).

14 Februari 2019

Kami resmi memulai pertemuan tersebut dengan menghadiri acara Seminar Nasional dengan topik "Saham Syariah dan Ziswaf". Duduk yang manis saya menikmati acara tersebut. Oiya kami juga senantiasa memulai acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FoSSEI lho. Tau nggak liriknya ? Ini dia sedikit kutipannya.

Ekonom muda
Hey ! Ekonom robbani
Tempa diri untuk bangun bangsa madani

Ekonom cerdas
Hey ! Ekonom robbani
Mari mandiri kembangkan potensi

Berjuang jangan mengeluh
Meski tubuhmu berpeluh
Karena kemiskinan semakin memburuk

Bertransaksi adil
Tinggalkanlah tipu daya
Yakinlah ekonomi islam kan jaya...2x

Bangkitlah-bangkitlah pemuda mulia
Bersatu padu lintasi khatulistiwa
Majulah hai ekonom robbani bisa
Mari sembuhkan ekonomi dunia

Berbagi sesama, Ketuk nuraninya
Yakin ekonomi islam kan jaya....2x

Udah gitu aja lagunya, kebersamaan saat menyanyikannya itu lho yang susah dilupain hehe.

Seminar Nasional

15 Februari 2019, Hari Deg-degan.

Bukan karena jatuh hati atau ketemu artis bukan juga karena ada si Nicholas. Hari deg-degan dimana itu adalah hari eksekusi karya tulis yang kami buat. Mau tau nggak judul KTI kami? (bilang mau dong).

Ciee yang penasaran, ini lho judulnya :

"Model PAK MAT (PACAK SELAMAT) sebagai Solusi Pembiayaan Kampung Songket di Desa Muara Penimbung, Ogan Ilir, Sumatera Selatan"


Udah taukan judulnya :D

Lanjut cerita, team saya memperoleh urutan maju nomer 6. Sedikit bocoran padahal saya berharap dapat nomer 5 lho, ternyata sedikit bergeser hehe. Maju diurutan ke-enam ada kabar baiknya, karena bersyukur maju sesudah ishoma yang pasti pak juri dah kenyang yah haha. Nomor 5 maju untuk membuka presentasi setelah tertunda ishoma, kemudian tadaa team kami maju presentasi. eh pada mau tau nggak siapa team saya (nggak usahlah yah haha).

Okey karena takut bikin kalian penasaran siapa team partner kece saya, nih saya bocorin deh. Kiri ujung: Senyum manis jempol dua namanya Dwi Febianti, adik kecil kami dari Akuntansi 2018. Tengah: Aki-aki eh laki-laki dwekan (read sendiri) nama si Abang itu Artha Ganop Arrofi dari Akuntansi 2017. Kanan: Senyum terpaksa jempol itu saya.

After The Big Day, Hari Deg-Degan

Udah gitu aja perkenalannya, malu ah saya :(

Gala Dinner Malam Penantian Panjang (skip aja kali ya part yang ini hehe)

Berulang kali saya meyakinkan diri dan orang lain, bahwa menang hanya bonus, lebih dari itu Kita Semua adalah Pemenang. Berani mencoba itu sudah termasuk menang, menang melawan rasa takut untuk mencoba. Ubah mindset kita bahwa berlomba hanya untuk menang, tidak bung, tidak sesempit itu alasan ikutan lomba! Cuci mata, cuci otak kita!

Orangtuamu bangga sobat, ketika mendengar anaknya ikutan lomba. Coba bayangkan jika yang orangtua kita dengar "Anakmu ikutan pesta nark*ba," sakit hati ibumu, bapakmu, keluargamu. Jadi, ketika sobat sudah berani memulai untuk ikut lomba itu adalah hal yang sangat luar biasa.

Kami semua adalah Pemenang (Juara Umum Temilreg)


16 Februari 2019. Waktunya cuci mata!


Kemana aja kami cuci mata ? Ini dia kuy kuy di scroll ke bawah ya hehe

Pertama, kami singgah ke koperasi 212 yang berhasil berjaya melalui adanya pendirian 212 Mart. Di Palembang juga ada sih, cuman saya aja yang belom pernah kesana. Salut sama bentuk usaha ini, sebuah usaha yang benar-benar dirintis secara berjamaah dan tentunya sangat bermanfaat untuk kemajuan ekonomi umat :D

 212 Mart

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Panjang (horee).

ACT MAN (Accounting Human) visit Panjang Beach in Bengkulu

Payo kito befoto dulu betigo (Model Raso Tekwan)


Lanjut lagi ke Benteng Malborough (Yes wadidawww)

Tampak dari luar

Tampak dinding-dinding (Ala-ala jejak petualang gitu sih)

Arah puncak benteng

Bakal kangen juga sama Asrama Haji Kota Bengkulu yang arsitekturnya ala-ala Arabian gitu.

Asrama Haji Bengkulu


Okey terima kasih telah membacanya dari awal hingga akhir. Eh ini ada sedikit pantun untuk menutup artikel yang ciamik ini (Asik).

Jalan-jalan ke Rumah Pak Ari
Seruput teh manis berbaju bersih
Saya Reskia Pamit Undur Diri
Salam Manis dan Terima Kasih

Mau tanya-tanya? Boleh di kolom komentar :)

2019/01/31

Tak Terlupakan! Pertama Kali Keluar dari Zona Nyaman


Punya pengalaman tak terlupakan?
Saya juga. Jatuh bangun saya manjalani hidup ini, banyak pergolakan di dalam diri saya ini. Hingga suatu ketika seorang guru memotivasi siswanya untuk membenahi diri agar tidak terlalu nyaman dengan zona ena-enak.

Tepat SMA, pertama kali saya melakukan penelitian dan menyusun sebuah karya ilmiah. Dibimbing dengan master di bidang sosial, guruku tampil keren dihadapan siswanya. Tugas untuk memenuhi mata pelajaran penelitian sosial, tak kusangka dapat lebih dari sekedar tugas. Sedikit kurang percaya diri, saya ikut sertkan karya pertama saya itu ke dalam Lomba kepenulisan. Allah berkata lain, ketika hatiku tak berharap lolos dan ternyata Allah memberikan lebih.

Bingung, kala itu.

Saya yang tak pandai berbicara di depan orang banyak, diharuskan untuk melakukan presentasi dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Nasional di Surabaya kampus UNAIR. Berlatihlah saya, bersama pembimbing yang sangat sabar menghadapi seorang introvert takut ngomong seperti saya ini. Rutin setiap minggu saya latihan, banyak koreksi sana-sini, bahkan hampir di setiap selesai latihan saya selalu menangis, mengeluh karena tak pandai menjawab pertanyaan beliau. Tidak hanya itu, gaya presentasi saya turut dikomentar bahwa saya seperti mendongeng bukan presentasi.
Banyak pelajaran yang saya peroleh dari skenario yang Allah susun tersebut. Saya merasa sangat beruntung bertemu dengan Pak Tino (guru Sosiologi saya) selalu memotivasi saya untuk terus maju.
Hingga tibalah hari pelaksanaan.

Pertama kali saya naik kapal terbang (baca:pesawat) ujar orang kampung semacam saya. Oiya dulu lomba ini bertepatan saat maraknya kabut asap di Palembang. Beberapa pesawat di delay, termasuk pesawat yang kami tumpangi. Tidak apalah menunggu lama yang penting saya selamat sampai tujuan.

Kala itu, saya juga dituntut untuk menjadi seorang sales karena sistem lomba kami mirip seperti orang menawarkan produk di stand (bazar).

Pak Tino benar, ketika saya keluar dari zona nyaman dan bertemu banyak orang membuat saya kagum serta terkesima bahwa yang saya tahu hanya sebagian kecil dari keseluruhan yang mereka pelajari terutama siswa dari Pulau Jawa.

Stand tempat saya menampilkan poster bersebelahan dengan orang jogja dan satunya lagi orang kupang. Sama-sama beragama Katolik, sedangkan saya Islam. Dulu saya sempat disangka keturunan cina karena mata yang sipit ini hehe. Sakit sih ketika saya mengambil mukena dan ingin beranjak menunaikan ibadah, teman saya yang jogja itu malah heran dan malah menunjuk seraya mengisyaratkan "Kamu Islam?".

Ada pengalaman pahit juga ketika saya mengikuti ajang tersebut. Tanpa pikir panjang sebulan sepulang lomba saya langsung mengenakan hijab. Alhamdulillah semoga istiqomah sampe ajal menjemput.
Begitu panjang dan kompleks pengalaman saat itu, tak terlupakan.

Tertanda,
Dari seorang murid yang ketika ditanya "Mau Makan Apa?" Malah melemparkan senyum😊