2019/07/16

[PUISI] Suatu Ketika

Door and bicycle

Suatu Ketika

Suatu ketika di hari rabu
Kau datang ke rumahku sekedar bertamu
Berbincang bersama ayah dan ibu
Ku buka pintu
Dengan senyum malu-malu

Suatu ketika di hari sabtu
Kau datang lagi untuk merayu ibu
Berbincang ria soal aku
Dan pada ayahku kau meminta restu
Terkejut aku di belakang pintu

Suatu ketika di hari minggu
Kau datang lagi dengan kue bolu
Bukan kue bolu harga seribu
Kue bolu hantaran untuk melamarku
Tersenyum aku di depan pintu

re, Juli 2019


2019/07/14

[PUISI] Gadis Kecil yang Malang

Di tengah terjalnya jalan, ia tertatih
Batu kerikil disana-sini
Bersendal jepit ia berjalan
Menyusuri pinggiran rel kereta
Berteriak kecil "Ibu aku ingin balon!"
Ku lihat ia hanya seorang diri

Gadis kecil yang malang
re, Juli 2019


2019/07/11

Di Sudut Ruangan Itu

Senja

Di sudut ruangan itu

Di sudut ruangan itu mereka tinggal berdua, aku dan bayanganku.
Bertiga dengan kucingku.
Berempat dengan buku. 
Berlima dengan sang waktu.
Berenam dengan kamu, di kepalaku.

re, 2019


2019/06/19

Sajak Malam Jum'at: Kita Tak Pernah Tau

Photographer
Pict by pinterest

Kita Tak Pernah Tau


'Kita' tak akan pernah seutuhnya merasakan apa yang mereka rasa,
Mereka yang duduk dan tidur dibalik jeruji besi,
Mereka yang terbaring lemah di atas kasur rumah sakit,
Mereka yang tidak tidur berada di pos ronda.

Atau mereka yang kedinginan berselimut kardus,
Mereka yang hidup dengan derita masa lalu, terkena hukuman sosial di masyarakat, dan kita tak seutuhnya merasakan itu.

Bagaimana rasanya hidup menjadi seorang anak dari koruptor di negeri ini atau menjadi anak seorang pembunuh,
Hey 'kita' tak tau itu.

Bagaimana rasanya menjadi anak yang terlahir atas dosa orangtuanya,
Anak-anak yang terbuang sejak ia lahir,
Dan masih banyak rasa lainnya,
Tak berhenti disitu saja,
Masih ada lagi.

Bagaimana rasanya hidup menahan aib setelah mahkotanya terenggut paksa,
Rasa menjadi mereka yang hidup terpaksa menjalani kisah merpati biru yang mengepakkan sayap di malam hari,
Rasa menjadi mereka yang dilabeli memiliki kecenderungan yang berbeda tapi inginkan kesembuhan.

Rasa menjadi mereka yang terkhianati di garis perjuangan yang ia lewati.

Aku tak bisa terlelap sejak kemarin kata-kata itu terlintas.

Akhir kata, kita tak cukup tau sebesar apa rasa sakit yang mereka sembunyikan,
Tapi lihatlah mereka masih mampu hidup berdampingan dengan kita yang mungkin pernah tak sengaja ikut berkata "kasihan yah" dan mungkin kata-kata lainnya.

Mungkin dengan menuliskan ini resahku hilang,
dan mari terlelap.

20 Juni 2019
Sajak malam jum'atπŸ˜‡

2019/06/10

Ini Tentang Apa?


Pict by Novel Rintik Sendu


Ini Tentang Apa?


Kita bergerak pada arah kutub yang berbeda,
Tidak pernah bertemu pada titik tentu,

Aku berjalan, kau berlari
Aku terjatuh, kau tertawa
Tak apa aku kuat,

Aku tak pandai menuliskan ini
Tapi, aku ingin

Rupanya aku teringat puisi kakek Sapardi, berjudul "Aku Ingin"
Tak apa, jika berkeinginan maka lakukan
Iya, aku ingin menuliskan ini
Puisi yang menjelma sajak
Sajak yang menjelma dongeng

Jadi, dengarkan dongengku kali ini

Buku-buku usang menjadi saksi bisu
Debu-debu karpet melengkapi itu
Kau tampak serius di pojokan ruang
Aku tampak main-main di pertengahan ruang

Hening menatapmu kala itu,

Lalu, kata tersusun membentuk kalimat
Kau bertanya
Aku jawab
Biasa, hanya basi-basi sesama pengunjung

Esok, kau datang lagi dengan perut lapar
Membawa buku-buku fiksi yang sepertinya ingin kau makan
Aku berjalan melewatimu

Lusa, ntah angin mana yang bertiup memberi kabar
Berisikan kata-kata bahwa kau ingin berlayar
Hanya pergi sebentar untuk mengisi energi otakmu
Lalu, kau pulang

Lama tak terdengar kabar
Aku acuh tentang kehadiranmu
Sekian purnama telah terlewati
Waktu begitu cepat
Belum sempat aku berucap A
Kau telah menamatkan huruf Z
Kau, pergi

Jadi, kali ini aku sedang apa?
Dan ini tentang apa?


Awal Juni 2019