Family Time: Waktunya Makan-makan


"Istana terindah adalah rumah dengan kehangatan keluarga."

Setiap momen-momen bersama keluarga adalah hal yang paling indah, menarik, dan menyenangkan. Setiap orang pasti memiliki momen tersebut, bisa dibilang saat family time.

Family time atau saat keluarga berkumpul dan menikmati canda tawa, bagiku itu tiada harganya dibandingkan apapun. Terlahir dari keluarga yang sederhana bukan berarti tak memiliki momen-momen mahal. Tidak, family time itu bukan sesuatu yang harus dilakukan dengan biaya yang mahal. Kita bisa menikmati kapanpun kebahagiaan bersama keluarga, salah satunya adalah momen makan bersama.

Aku sangat senang dan menikmati rasanya masakan tatkala makan bersama keluarga. Nenekku pernah berkata  "kalo makan sendiri itu lesu, tak ada gairahnya". Nenekku yang ini adalah nenek dari sebelah ibu, sering sekali mengatakan hal tersebut dikala saya pulang kampung, berkumpul dengan keluarga besar. Karena anak-anaknya sudah besar dan berkeluarga, memang susah untuk berkumpul satu keluarga besar menikmati Quality time.

Waktu berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman adalah hal sederhana yang sangat aku sukai (Favorit maksudnya haha). Jadi gini,  terlahir dari keluarga suku Melayu Kerinci Jambi, kami memiliki tradisi untuk selalu makan bersama ntah itu memang hari lebaran atau hari-hari biasanya. Lebaran adalah hari dimana aroma rendang menusuk hidung, setiap tahunnya menu ini tidak pernah absen. Ini nih fotonya yang aku ambil dari pegipegi.com, nah kalo kalian tidak tau rendang ini aku kasih fotonya.


Hasil gambar untuk rendang


Masa sih kalian tidak tau rendang ? For your informtion kalo rendang itu pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia versi CNN Travel pada tahun 2017 kemaren lho. Jadi laper hehe. Selain tradisi makan bersama, di Kerinci setiap tamu yang datang pasti dijamu dengan makanan ntah itu hanya sekedar makan roti dan teh. Tetapi paling umum dan sering dilakukan setiap rumah adalah mengajak tamu makan bersama, ya makan nasi.

Bayangkan kalau kita bertamu sepuluh rumah, maka sepuluh kali pula makan-makannya gaess betapa kekenyangannya diri ini. Karena keseringan makan, bisa-bisa daku tidak kurus lagi hahaha.

Cerita di atas adalah cerita saat pulang kampung, lantas kalau di rumah seperti apa ? Sama dong, makan bersama selalu menjadi sesuatu yang spesial bagiku. Keluarga kecilku itu terdiri dari bapak, emak, aku yang paling tua, dan tiga adik laki-laki. Rame ya keluarga kecilku kalo lagi ngumpul bareng.

Kalau di rumah kadang diri ini sering lupa diri, sering mikir "udah makan belom yah, kok laper lagi" itulah enaknya di rumah, lah kalau di kosan boro-boro mikir gitu makan sendiri aja males.

Apapun makanannya, minumnya teh botoh sosro (lho kok iklan). Maksudnya apapun makanannya yang terpenting adalah kebersamaannya, begitu sayangkuh.


Artikel ini saya buat untuk mengisi kekosongan sebuah blog cantik, selain itu dibuat atas dasar tantangan menulis blog di awal tahun #challangeaccapted
yuk baca artikel yang pertama tantangan menulis blog, ini Dibaca ni, klik disini yah.





Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel