2019/01/31

Review Buku Tuhan Tidak Pernah Iseng


Judul Buku      : Tuhan Tidak Pernah Iseng
Penulis              : Zemarey Al-Bakhin
Penerbit            : Madania Prima
Tahun Terbit    : 2007
Tebal Buku       : 209 halaman
Jenis Buku        : Autobiografi
Harga                : Rp50.000

Hallo sobat Kuskus☺

Kali ini, Kuskus Pintar akan menyajikan sebuah artikel book review.

Buku yang berjudul Tuhan Tidak Pernah Iseng (TTPI) pernah saya baca sewaktu duduk di bangku SMA. Kenapa saya mau review buku tersebut? Tak lain dan tak bukan, karena buku tersebut sarat akan nilai-nilai kehidupan.

Penulis menceritakan tentang kisah hidupnya secara gamblang di buku tersebut. Ya benar ini adalah kisah nyata. Sebuah kisah yang menceritakan tentang kecenderungan orientasi seksu*l yang menyimpang. Selama 25 tahun Zemarey Al-Bakhin terjebak di dunia ‘abu-abu’. Kehidupan homoseksual yang mulai merajalela di Indonesia menguatkan keinginan Zemarey untuk berbagi kisah hidupnya yang berupaya keluar dari dunia gay.

Rey sudah sejak awal lahir disebut mirip perempuan. Ketika lahir dengan bulu mata yang lentik, berkulit putih membuat keluarganya seketika menebak bayi yang lahir tersebut perempuan. Namun, ketika melihat alat vitalnya Rey adalah laki-laki. Lantas keluarganya tertawa. Salah satu contoh dimana kesalahpahaman dari awal Rey lahir telah menanamkan bibit Gay.

Kata-kata bahwa Rey mirip perempuan berlanjut ke bangku sekolah. Selagi SMP, Rey tumbuh menjadi laki-laki yang ketika dia berjalan pasti orang mengiranya perempuan. Rey begitu cantik, pikir orang yang melihatnya. Ejekan demi ejekan masuk ke telinga Rey sehingga ia menanggung rasa malu.

Ketika saya membaca buku ini, serasa terketuk pintu hati saya. Selama ini apakah kita juga ikut-ikutan mengolok-olok teman laki-laki yang bergaya mirip perempuan? Ayo kawan, berhenti untuk memanggil teman kita dengan julukan yang tak sesuai kodratnya. Seperti kata-kata cantik, uhuy gemulai, liat-liat dia berlenggak-lenggok, atau mami, menggoda dengan kata cyinn, dan masih banyak lagi. Ayo berhenti, saya ketika mendengar sebutan yang tak pantas itu rasanya sedih sekali, walau hanya bergurau marilah untuk tidak menjuluki dengan sebutan tersebut.

Buku ini banyak mengajarkan kisah kehidupan. Dimana Rey menuliskan perjalanan hidupnya dengan cukup baik. Berbeda dengan buku atau novel lain yang bertema sama. Rey sangat bijak dalam menyikapi homoseksualitas karena ia tidak menyalahkan Tuhan.

Benar, Tuhan tidak pernah iseng. Walaupun Rey menjalani kehidupan yang menyimpang ia tidak menyalahkan tuhan, melainkan perlakuan negatif orang di sekitarnya yang sangat jelas mengolok-olokkan.

Perang batin antara menuruti cinta terhadap sesama lelaki atau cinta terhadap Tuhan ditulis dengan lugas, pembaca pun dapat merasakan pergolakan yang terjadi di hati Rey.

TTPI ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, Rey mampu menulis kisah yang terasa hidup dan nyata. Hanya saja bagi pembaca yang belum terbiasa dengan cerita kehidupan homoseksual akan merasa bahwa tindakan itu adalah hal yang tidak sesuai dengan nilai ketimuran yang berlaku di Indonesia.

Selain itu penggunaan bahasa daerah Sunda dalam percakapan tentu membingungkan pembaca yang bukan berasal dari suku Sunda. Namun, unsur interferensi bahasa inilah yang menguatkan latar budaya Rey.

Buku Tuhan Tidak Pernah Iseng disarankan bagi orang yang mengalami orientasi seksual menyimpang dan ingin berubah menjadi manusia pada umumnya.

Allah Tidak Pernah Iseng Menciptakan Makhluknya, karena sejatinya manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna.