2019/01/25

Tes Kepribadian: Melankolis yang Katanya Sempurna

Tes Kepribadian: Melankolis yang Katanya Sempurna 

We born to be happy not to be perfect

Kenapa sih kita perlu ikut tes psikologi ?
Jadi gini lho ceritanya, dikutip dari berbagai sumber ternyata dengan tes psikologi ada banyak manfaatnya seperti:

1. Semakin Mengenali Diri Anda

Bukan persoalan asing lagi jika seseorang melakukan tes psikologi akan semakin kenal dan dekat dengan dirinya sendiri. Mana mungkin Anda ingin kenalan dengan si doi kalau dirimu sendiri tak kau kenali. Biasanya disini akan dijelaskan bahwa Anda adalah orang yang seperti apa, berkharismakah, percaya dirikah, atau malah sangat perfeksionis. So, let’s go to try it (sok ke-bulean dah)

2. Mengetahui Bakat Terpendam

Hey tayo, hey tayo...Tayo juga punya bakat terpendam lho. Dia adalah bis kecil ramah dengan kentutnya yang ajaib (Wow). Kalau Tayo saja punya kelebihan apalagi kita yang manusia bukan kaleng-kaleng. Jadi intinya, dengan melakukan tes psikologi Anda bisa mengetahui bakat terpendam apa saja yang selama ini tersembunyi. Setiap orang itu unik, memiliki bakat yang berbeda-beda walaupun mungkin ada yang hampir sama tapi percayalah Anda itu limited edition yang hidup di jagad raya. Bisa jadi selama ini Anda menyimpan sisi energi yang kuat misalnya berpotensi menjadi Atlet Tinju (bisa jadi).

3. Berkenalan dengan Sisi Lemah Anda

Ada sisi kuat pasti ada pula yang lemah, ibarat siang pasti ada malam atau ibarat cinderella pasti ada ibu tiri hehe. Setiap orang pasti memiliki sisi lemahnya ntah itu sering pura-pura tidak tau atau tidak ingin tau. Berbagai macam energi negatif yang akan menguasai jikalau kita tidak dapat mengendalikan sisi lemah tersebut. Oleh sebab itu, tes psikologi akan menguraikan tentang sisi lemah yang Anda miliki tersebut.

4. Meningkatkan Peluang Karier

Saya sudah beberapa kali mengikuti tes psikologi ntah itu yang gratis, berbayar, atau yang ditraktirin. Salah satu tujuan saya tes psikologi karena ingin mengetahui arah pandang otak saya ini, apakah kiri atau kanan atau kiri kanan. Berhubung saya kemarin mengikuti tes saat SMA, jadi ketika dibeberkan jawabannya ternyata hasilnya IPA dan IPS artinya otak saya hampir seimbang antara kiri dan kanan mungkin sebelah kiri lebih dikitlah ya. Kemudian, tes tersebut menjelaskan kalau saya itu suka menghitung tapi juga suka dengan sesuatu yang berbau sosial. Akhir cerita saya pilih IPS dengan sangat yakin setelah lulus mau ngambil Akuntansi dan menjadi seorang Akuntan.

Tes psikologi memiliki beranekaragam cara dan hasil, ada yang khusus untuk memberi jawaban seputar otak kiri atau kanan, ada yang karakter kepribadian, minat dan bakat, dan masih banyak lagi.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi cerita mengenai hasil tes kepribadian yang penulis lakukan.

Eiit..jika kamu ingin mengetahui tipe kepribadian kamu boleh coba tes disini TES DISINI dan DISINI

Bagaimana sudah tesnya?
Kalau saya begini hasilnya....

Melankolis (Sempurna)

Berapa kali saya tes, hasilnya tetap melankolis. Tapi, jika dipikir-pikir dan ditimbang-timbang memang hampir sepenuhnya benar. Berbagai macam deskripsi yang diberikan seperti kena di hati (asik). Tipe kepribadian ini cenderung memiliki karakter yang perfeksionis seperti bersikap rapi teratur, terencana, dan mampu mempertimbangkan segala sesuatu dengan melihat hal-hal kecil. Saya dan mungkin Anda yang berkarakter melankolis merupakan orang yang sangat teliti, perencana, pemikir dan detail. Kemudian, secara penampilan fisik, melankolis tampak sempurna seperti rapi, baju mulus, sepatu bersih, barang bawaan tertata rapi, buku pun begitu, bahkan tulisannya rapi.
Dari hasil tes tersebut juga menjelaskan bahwa kamar si melankolis tampak rapi dan bersih. Kalau saya yang ini masih agak menjadi tanda kutip “bersih dan rapi jika tak ada deadline yang mengejar” hahaha.

Kemudian, orang dengan tipe melankolis suka mengatur orang lain, suka mengingatkan orang lain jika tidak sesuai, suka mengontrol semuanya sendiri, tidak mau kalah, bicaranya dingin, sesuai aturan atau baku. Selalu ingin tahu dan mengejar jawaban sampai mendalam karena menginginkan kesempurnaan (namanya aja si perfeksionis).

Melankolis juga sangat berhati-hati dan cenderung curiga, seperti melakukan double check untuk memastikan bahwa jawaban yang diberikan benar. Orang melankolis sangat kuat dalam memegang prinsip, dan mengejar goal yang ingin mereka capai. Kalau yang satu ini juga perlu digaris bawahi tidak selalu seorang melankolis yang teguh pendiriannya hampir semua orang begitu namun konsistensinya saja yang kadang berbeda-beda termasuk saya. Saya orangnya teguh pendirian dan cenderung ambisius namun sayangnya tidak selalu konsisten mempertahankan apa yang ingin dicapai.

Melankolis juga sangat menyukai data dan fakta. Orang melankolis mempunyai pemikiran yang kritis. Mereka dapat menganalisa suatu keadaan jauh lebih baik daripada tipe kepribadian yang lain. Mungkin ini adalah alasan mengapa saya menyukai dunia kepenulisan ilmiah (bukan kaleng-kaleng).
Se-sempurnanya si Melankolis tetap saja memiliki kelemahan seperti selalu mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingannya sendiri sampai melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Cenderung mudah bosan dan merasa tidak puas atas apa yang dikerjakan. Pemikirannya yang terlalu sempurna terkadang dianggap terlalu rumit dan tidak terlalu perlu oleh orang disekitarnya. Dianggap terlalu serius oleh orang disekitarnya. Dan cenderung melihat masalah dari sisi negatif.

Begitulah kira-kira tipe kepribadian saya yang hampir sepenuhnya benar dan mungkin kamu juga :D
Mau tau tiga kepribadian lainnya ? Tunggu artikel Kuskus Pintar yang selanjutnya yah. See You.