[Contoh Puisi] Jiwa yang Lupa Raga

Walk

Jiwa yang Lupa Raga


Wahai jiwa tak  berdukakah engkau pada sang raga,
Mendekap pada dinginnya angin,
Dan ia mengaung.

Jiwamu sungguh egois,
Tak penatkah kau menghujam raga dengan ketidakpedulianmu itu?
Menangis ia di tengah malam.

Memang benar tuhanmu sekedar menitipkan raga untukmu,
Layaknya titipan tak sepantasnya kau bertindak dzolim.

Ragamu kelaparan melolong tak karuan,
Kau acuh padanya.

Wahai jiwa,
Ragamu hanya persinggahan sementara,
Sekiranya engkau lebih peduli selagi ia masih tegar belum jatuh tepar,
Selagi ia masih sehat belum jatuh sekarat.

Malulah pada sang pemberi titipan ini,
Mohon maaflah kepada raga yang tak sengaja teraniaya.

--Mari Peduli Raga--

Di sudut tembok, 29 Maret 2019

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel