Kita Adalah Pemenang: Cuci Mata ke Bumi Rafflesia, Sambil Berprestasi!

Bengkulu, 14-16 Februari 2019


KSEI Ukhuwah FE Unsri

Perjalanan panjang yang dilalui seonggok manusia yang haus akan ilmu Sang Khalik, pergi melewati batas kota dan meluncur ke kota seberang. Bengkulu, Bumi Rafflesia, ah aku tak pernah ke sana. Dulu, beberapa waktu yang lalu teman-temanku pernah bercerita tentang liburannya yang pergi ke Bengkulu. Cara mereka menceritakan Bengkulu membuatku terpana, Benteng Malborough, Pantai Panjang, beberapa Perbukitan menuju puncak yang terpampang hamparan bunga-bunga cantik, dan sejuknya kota Curup. "I'm coming Bengkulu" sebut saya dalam hati.


 Kedua kalinya saya merasakan moda transportasi yang bernamakan Kereta api. Sebelumnya, saya pernah menaikinya pada saat perjalanan ke Lampung dalam agenda yang sama pada tahun lalu. Alhamdulillah tahun ini masih bisa merasakan agenda tersebut lagi. Sebut nama agendanya Temilreg (Temu Ilmiah Regional). Temilreg merupakan ajang pertemuan antar mahasiswa Ekonomi khususnya yang tergabung ke dalam Keanggotaan Kelompok Studi Ekonomi Islam yang dilakukan rutin setiap tahun. Temilreg merupakan agenda besar dari Fossei Sumbagsel (Forum Silaturahmi dan Studi Ekonomi Islam) Sumatera Bagian Selatan. Lebih besarnya lagi ajang pertemuan Temilnas (Temu Ilmiah Nasional).

Stasiun Kertapati

Singkat cerita, perjalanan selama 12 jam di kereta dan lanjut 4 jam naik travel. Perjalanan telah ditempuh dan tiba di Asrama Haji Bengkulu tepat pukul 23.00 (hampir tengah malam lho hehe).

14 Februari 2019

Kami resmi memulai pertemuan tersebut dengan menghadiri acara Seminar Nasional dengan topik "Saham Syariah dan Ziswaf". Duduk yang manis saya menikmati acara tersebut. Oiya kami juga senantiasa memulai acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FoSSEI lho. Tau nggak liriknya ? Ini dia sedikit kutipannya.

Ekonom muda
Hey ! Ekonom robbani
Tempa diri untuk bangun bangsa madani

Ekonom cerdas
Hey ! Ekonom robbani
Mari mandiri kembangkan potensi

Berjuang jangan mengeluh
Meski tubuhmu berpeluh
Karena kemiskinan semakin memburuk

Bertransaksi adil
Tinggalkanlah tipu daya
Yakinlah ekonomi islam kan jaya...2x

Bangkitlah-bangkitlah pemuda mulia
Bersatu padu lintasi khatulistiwa
Majulah hai ekonom robbani bisa
Mari sembuhkan ekonomi dunia

Berbagi sesama, Ketuk nuraninya
Yakin ekonomi islam kan jaya....2x

Udah gitu aja lagunya, kebersamaan saat menyanyikannya itu lho yang susah dilupain hehe.

Seminar Nasional

15 Februari 2019, Hari Deg-degan.

Bukan karena jatuh hati atau ketemu artis bukan juga karena ada si Nicholas. Hari deg-degan dimana itu adalah hari eksekusi karya tulis yang kami buat. Mau tau nggak judul KTI kami? (bilang mau dong).

Ciee yang penasaran, ini lho judulnya :

"Model PAK MAT (PACAK SELAMAT) sebagai Solusi Pembiayaan Kampung Songket di Desa Muara Penimbung, Ogan Ilir, Sumatera Selatan"


Udah taukan judulnya :D

Lanjut cerita, team saya memperoleh urutan maju nomer 6. Sedikit bocoran padahal saya berharap dapat nomer 5 lho, ternyata sedikit bergeser hehe. Maju diurutan ke-enam ada kabar baiknya, karena bersyukur maju sesudah ishoma yang pasti pak juri dah kenyang yah haha. Nomor 5 maju untuk membuka presentasi setelah tertunda ishoma, kemudian tadaa team kami maju presentasi. eh pada mau tau nggak siapa team saya (nggak usahlah yah haha).

Okey karena takut bikin kalian penasaran siapa team partner kece saya, nih saya bocorin deh. Kiri ujung: Senyum manis jempol dua namanya Dwi Febianti, adik kecil kami dari Akuntansi 2018. Tengah: Aki-aki eh laki-laki dwekan (read sendiri) nama si Abang itu Artha Ganop Arrofi dari Akuntansi 2017. Kanan: Senyum terpaksa jempol itu saya.

After The Big Day, Hari Deg-Degan

Udah gitu aja perkenalannya, malu ah saya :(

Gala Dinner Malam Penantian Panjang (skip aja kali ya part yang ini hehe)

Berulang kali saya meyakinkan diri dan orang lain, bahwa menang hanya bonus, lebih dari itu Kita Semua adalah Pemenang. Berani mencoba itu sudah termasuk menang, menang melawan rasa takut untuk mencoba. Ubah mindset kita bahwa berlomba hanya untuk menang, tidak bung, tidak sesempit itu alasan ikutan lomba! Cuci mata, cuci otak kita!

Orangtuamu bangga sobat, ketika mendengar anaknya ikutan lomba. Coba bayangkan jika yang orangtua kita dengar "Anakmu ikutan pesta nark*ba," sakit hati ibumu, bapakmu, keluargamu. Jadi, ketika sobat sudah berani memulai untuk ikut lomba itu adalah hal yang sangat luar biasa.

Kami semua adalah Pemenang (Juara Umum Temilreg)


16 Februari 2019. Waktunya cuci mata!


Kemana aja kami cuci mata ? Ini dia kuy kuy di scroll ke bawah ya hehe

Pertama, kami singgah ke koperasi 212 yang berhasil berjaya melalui adanya pendirian 212 Mart. Di Palembang juga ada sih, cuman saya aja yang belom pernah kesana. Salut sama bentuk usaha ini, sebuah usaha yang benar-benar dirintis secara berjamaah dan tentunya sangat bermanfaat untuk kemajuan ekonomi umat :D

 212 Mart

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Panjang (horee).

ACT MAN (Accounting Human) visit Panjang Beach in Bengkulu

Payo kito befoto dulu betigo (Model Raso Tekwan)


Lanjut lagi ke Benteng Malborough (Yes wadidawww)

Tampak dari luar

Tampak dinding-dinding (Ala-ala jejak petualang gitu sih)

Arah puncak benteng

Bakal kangen juga sama Asrama Haji Kota Bengkulu yang arsitekturnya ala-ala Arabian gitu.

Asrama Haji Bengkulu


Okey terima kasih telah membacanya dari awal hingga akhir. Eh ini ada sedikit pantun untuk menutup artikel yang ciamik ini (Asik).

Jalan-jalan ke Rumah Pak Ari
Seruput teh manis berbaju bersih
Saya Reskia Pamit Undur Diri
Salam Manis dan Terima Kasih

Mau tanya-tanya? Boleh di kolom komentar :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel