[PUISI] Rindu? Masuk Angin!

Di kereta

Rindu? Masuk Angin!


Kemarin aku bersapa dengan angin, sayang ia takut padaku
Takut jikalau aku masuk angin
Padahal aku ingin bercengkrama soal rindu
Rindu yang semakin membuncah inginkan temu
Bergejolak di dalam kalbu
Mengitari sungai di pikiranku begitu syahdu
Tapi, aksara bernama rindu itu tersesat diantara bunga-bunga layu
Menepi, lalu tersadar akan waktu
Cerita kita hanya kisah semu
Bahkan tak ada di buku
Aku pun tersenyum pada angin
Seraya berkata, "Kau baik hati, tak inginkan aku masuk angin (lagi)."

re, 2019


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel