Menjadi Penggiat Literasi, Caraku Menjaga NKRI

merupakan aset bangsa Indonesia
Anak Indonesia

Apakah kalian tau Budaya Literasi Indonesia berada diurutan kedua dari bawah?

Berdasarkan hasil survei dari Central Connecticut State University (CCSU) pada tahun 2016, bahwa Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara. Begitupun hasil survei yang dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut budaya literasi masyarakat Indonesia menempati urutan ke-64 dari 65 negara.

Iya intinya Indonesia meraih Juara Kedua dari bawah. Patut berbangga hati? Tidak, kita harus sakit hati.

Dulu saat pelajaran Geografi, guruku pernah bercerita bahwa di negara tetangga (yang serumpun dengan kita itu lho) Anak-anak Sekolah Dasarnya sudah mampu menghafal peta negara kebangsaan lengkap dengan batas koordinat wilayahnya. Keren, bukan? Sedangkan saya peta buta saja belum hafal so sad.

Bukan bermaksud ingin membandingkan, bahwa di Indonesia kita ditekankan pada hal teoritis, bukan pada apa yang bisa diaplikasikan secara langsung. Dengan cara sederhana seperti yang dilakukan negara tetangga sudah termasuk dalam menjaga keutuhan negara. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga harus menghafalkannya? Bukan begitu maksud saya, dari cuplikan cerita tersebut saya ingin menyampaikan bahwa literasi itu penting untuk menjaga NKRI. Bukan hanya teriak NKRI HARGA MATI! kita juga bisa meneriakkan NKRI dengan menjadi penggiat literasi.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi Penggiat Literasi?


Pertama, Cari satu buku yang kamu sukai kemudian jatuh cintalah kepadanya.

Tidak perlu bimbang dengan ujaran "Ayo Baca Buku" yang perlu saya tekankan bahwa carilah buku yang kamu sukai. Jika belum mampu membaca buka yang berat-berat (berat isi maupun kg hehe), bacalah yang kamu sukai seperti genre fiksi romance atau fiksi lawakan. Semuanya aku serahkan padamu, percayalah ketika kita membaca buka yang kita sukai maka tingkat keingintauannya tinggi. Mula-mula membaca genre favorit kita, kemudian secara perlahan di hati kita telah terpupuk rasa "cinta membaca". Selanjutnya, membaca genre lain akan menjadi tantangan tersendiri.

Kedua, Cukup satu pembaca maka kamu akan jatuh cinta dengan menulis.

Terkadang kita pernah minder untuk menulis, takut tidak ada yang baca atau sedikit yang baca. Sama, saya juga kadang kala merasa malas menulis karena alasan demikian. Tapi, aku beri tahu kepadamu sahabat bahwa tidak perlu banyak pembaca agar membuatmu jatuh cinta dengan menulis, cukup satu maka jatuh cintalah engkau.

Menulislah dimanapun kamu merasa bahagia, misalnya di media sosial (Instagram dll) atau menulis di ruang blog (sepertiku) jangan takut tidak ada yang membaca dan takut akan tulisanmu yang tidak menarik. Sekali lagi, percayalah ada seseorang yang sedang menanti kabar kelanjutan tulisanmu. Selama napas masih dikandung badan, mari menulis.

Cukup dua 'bahan' di atas sudah termasuk cara berkontribusi untuk menjaga NKRI.
Siapa yang akan membaca sejarah kita, kalau bukan kita sendiri?
Siapa yang akan menuliskan sejarah kita, kalau bukan kita sendiri?
Ini caraku menjaga NKRI, bagaimana denganmu Sobatkus ?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel