Puisi di Balik Pintu



Puisi di Balik Pintu

Di balik dinding yang kusebut harapan,
Hadir kamu menjelma malaikat,
Mengetuk pintu yang tak dikunci,
Menyibak kisah semu yang terlalu berambisi.

Tak ada jawaban di balik pintu,
Hanya sepasang bola mata yang mengintip,
Lalu kau melihatku.

Suara beratmu bertanya, "Hai, adakah rindu mengetuk pintu  tadi malam?"
Suara parauku berbicara, "Mana ada, angin saja enggan bertamu!"

Kamu dengan lancangnya membawa sekantong rindu yang telah lama kubuang,
"Ini ambil saja, mubazir kalo dibuang."

Aku membanting pintu,
Menyeka air mata yang jatuh berlarian.

Matamu isyarat mentari yang bersinar,
Ada sejuta semangat menamparku saat itu,
Dengan mantap aku kembali mengintip,
Senyummu mengembang "Ada aku disini".

Narasi kuskus, 2019

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel