2019/06/10

Ini Tentang Apa?


Pict by Novel Rintik Sendu


Ini Tentang Apa?


Kita bergerak pada arah kutub yang berbeda,
Tidak pernah bertemu pada titik tentu,

Aku berjalan, kau berlari
Aku terjatuh, kau tertawa
Tak apa aku kuat,

Aku tak pandai menuliskan ini
Tapi, aku ingin

Rupanya aku teringat puisi kakek Sapardi, berjudul "Aku Ingin"
Tak apa, jika berkeinginan maka lakukan
Iya, aku ingin menuliskan ini
Puisi yang menjelma sajak
Sajak yang menjelma dongeng

Jadi, dengarkan dongengku kali ini

Buku-buku usang menjadi saksi bisu
Debu-debu karpet melengkapi itu
Kau tampak serius di pojokan ruang
Aku tampak main-main di pertengahan ruang

Hening menatapmu kala itu,

Lalu, kata tersusun membentuk kalimat
Kau bertanya
Aku jawab
Biasa, hanya basi-basi sesama pengunjung

Esok, kau datang lagi dengan perut lapar
Membawa buku-buku fiksi yang sepertinya ingin kau makan
Aku berjalan melewatimu

Lusa, ntah angin mana yang bertiup memberi kabar
Berisikan kata-kata bahwa kau ingin berlayar
Hanya pergi sebentar untuk mengisi energi otakmu
Lalu, kau pulang

Lama tak terdengar kabar
Aku acuh tentang kehadiranmu
Sekian purnama telah terlewati
Waktu begitu cepat
Belum sempat aku berucap A
Kau telah menamatkan huruf Z
Kau, pergi

Jadi, kali ini aku sedang apa?
Dan ini tentang apa?


Awal Juni 2019

2019/05/27

Puisi Tanpa Judul

Kursi tua

Pict by Fiersa Besari


Puisi Tanpa Judul #1


Aku benci rasa yang tak terdefenisi,
Tiba-tiba hadir,
Sangat mudah terpapar rasa,
Kemudian terbelenggu di dalam pikiran,

Semoga kamu tak tau rasa ini,
Aku takut jikalau terbongkar,
Kalau-kalau dirimu tak lagi menyapa,
Berusaha berhenti lalu menghilang,

Sulit mengusir setiap bayang-bayang yang muncul,
Bak hantu yang bergentayangan itulah kamu,

Aku berusaha menepis ingatan tentangmu,
Semakin ku singkirkan semakin ia menjadi,

Dirimu seolah-olah bersikap santai,
Seperti tak ada yang terjadi,
Mungkin aku yang terlalu rapuh,
Rapuh dengan setiap rasa yang hadir,

Akhir-akhir ini semua tulisanku serasa mati,
Mati rasa,
Mati untuk menikmati kebebasan,
Tulisan yang hadirpun menjelma tentangmu,
Bersayap putih lalu berkuda emas dirimu menyapaku,
Oh tidak kataku, ini pertanda buruk ketika kau berusaha menyapa,

Tidak mungkin jikalau aku bersikap acuh tak acuh bukan?
Lalu siapakah yang salah?
Aku yang menyambutmu atau kamu yang menyapaku?

Diam sejenak bersama pikiran dan perasaan,
Menelaah setiap bait kata yang muncul pada ketikan kali ini.

Jangan-jangan aku sedang.....?

Ah coba tebak sendiri!

Tentangmu selalu saja menarik perhatianku,
Hei kalau kamu tau disini aku diam-diam memantaumu,
Jika dilirik, siapalah aku ini,
Kamu adalah bintang laut yang memesona,
Sedangkan aku butiran pasir di laut yang tak berharga,

Andai aku dengan mudahnya berkata sudahi cerita ini, maka takkan ada hariku yang gelisah karna bayangmu,

Kamu hadir memecah heningku,

Di bawah sinar lampu semu meremang-remang,
Aku katakan cukuplah diam menikmati renyah puisimu,
Iya kali ini aku menemukan sisi manismu, bersamaan puisi yang kadang menggetarkan emosi,
Dan kadang menari di atas tawa.

Aku dan puisiku, beralibi bukan tentangmu.

Penghujung Mei 2019

Tertanda Aku
๐Ÿ™ƒ๐Ÿ™ƒ

Ini puisi apa cerita sih, jadi bingung wkwk
Moon maap yg nulis lagi emosi๐Ÿ˜

2019/05/16

Cinta Itu Luka

love

Ketika Eka Kurniawan bersama bukunya Cantik itu Luka, maka Reskia Ekasari bersama pemikirannya Cinta itu Luka.


Aku menyukai laki-laki, tapi aku lebih suka melihat mereka menangis karena cinta.

Seuntaian kata yang dipetik dari bukunya Eka Kurniawan bahwa Cantik Itu Luka. Sama seperti pemikiranku bahwa anggaplah Cantik itu Cinta, maka mereka akan luka karenanya.

Tak banyak yang bisa aku rangkai disini, bahwa yang pasti Cinta yang ku maksud adalah Cinta dari sudut pandang nafsu.

Sama seperti Cantik yang Eka tuliskan di dalamn bukunya, bahwa yang ku lihat ia mengambil sudut pandang nafsu. Bahkan Alvi Syahrin di dalam bukunya Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta juga menyinggung soal Cinta yang betopengkan nafsu.

Bagaimana jika....Jatuh cinta adalah sinonim indah dari hawa nafsu? sebut Alvi di bukunya.
Sudah dua penulis lelaki yang mengambil sudut pandang Cinta dari kacamata nafsu. Hei wanita, termasuk aku masih tertutupkah matamu untuk menjadi hamba cinta sesat ini?

Kenapa tulisan ini hadir begitu liar disini? Karena aku bosan dengan kata Cinta yang hadir menggema di telingaku dan menyilaukan mataku. Tidak hanya itu, tulisan ini sekedar melucuti setiap pemikiran yang dulu dan sekarang ini sering hinggap di hatiku yang sebetulnya tak berdosa.

Kata orang Cinta itu indah, ah bohong kataku. Kata orang Cinta itu membangkitkan gairah hidup, ah ntahlah pikirku.

Perkara cinta memang misteri, hadir begitu saja. Untungnya selama kurang lebih menjalani kisah remaja aku pandai membungkus rasa cinta. Namun, tetap saja ku benci rasa cinta yang tak bertuan. Ia sering hinggap bertengger, memusingkan kepala.

Sebagai seorang wanita, sungguh menyakitkan bukan? Ouh tidak ini pemikiran sesat, maaf yang ku maksud tidak serumit yang kau kira. Menjadi wanita dengan kepekaan yang tinggi itu sakit bukan? Anggaplah kalian setuju denganku. Tolong ingatkan aku jika ini salah. Pasti kalian pernah berpikir dan merasa "Wah dia ramah banget yah, setiap berpapasan aku selalu disapa dan diberi senyum manis, jangan-jangan dia suka aku deh..." Sering baper gini gak sih? Padahal jika kita ingin berpikir jernih tanpa embel-embel baperan, bisa saja memikirkan "Wajar dia senyum, senyumkan cara bersedekah yang paling sederhana".

Tapi, lagi-lagi karena cinta itu luka, kau berlarut-larut memikirkan keramahannya, teguran manisnya (ah gila pikirku). Kemudian, saat kau sedang jatuh cinta ntah kenapa otakmu (aku juga) dengan lancangnya menyetel tentang dia. Bayangannya seperti merekam di dalam kaset, dan otakmu seperti dvd yang memutarkan itu. Padahal kau tidak inginkan dia masuk ke pikiranmu, tapi dengan lancang hadir secara tiba-tiba. Ketika makan, rasanya di piring ada bayangannya. Ketika tidur, merebahkan diri melihat ke langit-langit kamar seperti ada dia yang menyodorkan senyum manis.

Inikah Cinta ? Aku bahkan merasa telah dilukai ketika sedang jatuh cinta, aku tak menginginkan itu hadir tapi ia lancang sekali menerobos pertahananku. Sekali lagi aku utarakan, bahwa Cinta itu luka. Inilah kenapa aku lebih senang berpura-pura tidak merasa peka, karena memang sejatinya wanita itu lebih peka dibanding pria. Ya walaupun demikian rasa kepekaan yang tinggi dari seorang wanita sangat berguna bagi kehidupan, tapi tidak tentang cinta (menurutku).

Tapi, ketika menurutku cinta adalah luka. Pasti akan ada masanya ketika aku mengungkapkan bahwa cinta adalah obat. Aku tidak tau kapan, mungkin ketika sudut pandangku bergeser 180 derajat.

Terima kasih telah membaca ceritaku tentang Cinta Itu luka.










Kenangan Manis dari Kota Surabaya


Setelah hampir satu bulan lebih lamanya aku hiatus (baca: berhenti sejenak) dari dunia blogging, saatnya kembali mengintip situs web yang hampir usang ini.

Senyum manis menyapamu, hallo SobatKus!!

Jadi ceritanya kemaren saya menghilang karena beberapa sebab (ya iyalah hehe). Ngapain aja? banyak deh pokoknya, dari proyek mata kuliah sistem informasi akuntansi yang menguras emosi, persiapan lomba sekaligus temu ilmiah nasional, proyek lomba sisip-sisipan, hingga ulangan akhir semester yang hampir tak karuan.

Lho, kok malah curhat? Emangnya ini blog curhat yah, duh lupa saya dengan tujuan awal bikin website Kuskus Pintar. 
Maaf nih yah untuk pemirsa website semi-semi blog Kuskus Pintar, kali ini ijin untuk berbagi pengalaman saya pada saat ikutan Temu Ilmiah Nasional di Universitas Airlangga, Surabaya. 
Yeay horee...

Ceritanya mau kayak story telling atau mau dinarasiin nih?
----diam sejenak---- 
Yaudah suka-suka penulis aja deh bagaimana nyampeinnya hehe.

Oke, berikut ini ceritanya. Selamat menyantap.

Kenangan Manis dari Kota Surabaya


Temu Ilmiah


12 April 2019. 

 

Pagi, pukul 4 dini hari aku terbangun diantara resahnya hati dan pikiran. Setelah semalam lelah akibat packing persiapan keberangkatan, akhirnya tiba juga hari-Hnya. Bergegas bangun dan mempersiapkan diri.

Pukul 6 pagi, bersama rombongan kami berkumpul di area yang sudah disepakati dan siap melaju ke Bandara.

Malang dikata, pesawat yang seharusnya berangkat jam 11 ternyata dari pihak maskapai menunda hingga jam 14.30 (sepertinya segitu lupa deh hihi).

Singkat cerita ngenggg....kami tiba di Surabaya.

Kota Pahlawan, mengingatkanku tentang sosok pahlawan yang dulu pernah membersamaiku berjuang di kala itu. Tahun 2015, menjadi tahun pertama aku menginjakkan kaki di Surabaya sekaligus tahun pertama bertamu ke pulau Jawa serta tahun pertamaku naik pecawat telebang gelatis heeheehee.

Pahlawan itu tak lain adalah guruku, ntah sudah kali ke berapa aku menuliskan tentang beliau tapi tetap saja membuatku selalu bersemangat.

Oke lanjut cerita, Kota Pahlawan kembali mengingatkanku memori masa silam walau saat ini sudah berbeda tahun. Rasa semangat yang dulu pernah ada masih tetap sama malah semakin dikuatkan bersama sosok-sosok sahabat yang tak kalah bersemangat.

Kegiatan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) yang ke XVIII diselenggaran oleh Universitas Airlangga, dimana Temilnas merupakan agenda tahunan dari FoSSEI Nasional. Singkat cerita, kami disambut hangat oleh panitia Temilnas. 

"Logat medok orang Jawa kental sekali disini" pikirku ketika salah satu panitia menyapa.
Bahkan kali pertama kami keluar dari bandara, sempat ada beberapa agent taxi menawarkan jasanya dengan amat sangat lembut dan tentu juga medok. Perasaanku yang halus tersentuh mendengarkan cara mereka menawarkan jasa taksi tersebut, karena di Sumatera (khususnya di tanah Wong Kito Galo) cukup langka mendapati hal yang demikian. Sederhana, but makes me feel like a princess. Mungkin itu sih alasan aku pernah bercita-cita dinikahin mas-mas jawa *eh sorry nyimpang gini.

Ya walaupun tutur bahasa memang dipengaruhi kebudayaan setempat, maka tak heran jika di tempat asalku dikenal lugas bahkan ada yang bilang terkesan kasar (padahal nggak lho kasar).

Malam kedatangan kami sebenarnya sudah ada agenda Technical Meeting mengenai jalannya lomba, tapi berhubung sudah malam dan mungkin sudah selesai maka langsung cap cus ke kamar Asrama. Oiya tempat penginapan kami kemaren itu di Asrama Haji Kota Surabaya.



13 April 2019.

 

Acara resmi dibuka. Pada artikel yang pernah ku tulis saat berkelana ke Kota Rafflesia yakni Temilreg. Temu Ilmiah Regional (Temilreg) merupakan agenda turunan dari Temilnas, maka acara yang digelarpun tak jauh berbeda. Sudah baca belum ceritaku yang kemarin? Kalo belom yuk diklik di bawah ini.
Kita Adalah Pemenang: Cuci Mata ke Bumi Rafflesia, Sambil Berprestasi!

14 April 2019.

 

Hari dag-dig-dug tiba. Saatnya pergelaran lomba dimulai. Kemarin saat di Temilnas ada 3 cabang lomba yang dibuka yakni Olimpiade Ekonomi Islam, Bussiness Plan, dan Simposium. Kebetulan kami (aku n the team) ikutan cabang lomba Simposium komisi 1 Wakaf Tunai. Alhamdulillah yah, berjalan lancar dengan urutan tampil terakhir :]

Sedikit cerita, setelah kami selesai presentasi seharusnya lanjut untuk agenda sidang pleno tapi maaf kakak-kakak panitia kami mau cuci mata sebentar. Maaf banget karena kami setelah selesai Temilnas langsung pulang, gak ikut fieldtrip hehe.

Jadilah kami pergi ke tugu pahlawan Kota Surabaya, tugu yang khas ada ikan Sura dan buaya itu lho.



15 April 2019.


Seminar tentang Agropreneur (Pengusaha di bidang Pertanian) dan seminar wakaf tunai. Lupa mendokumentasi bagian ini, padahal keren bangetlah pembicaranya. Ada Kak Nur Agis Aulia yang paling saya inget bercerita mengenai Model Bisnis Agro yang saat ini sukses ia geluti. Lulusan dari UGM yang terjun ke dunia pertanian dan peternakan menjadi seorang petani yang merintis usahanya dari nol. Ilmu yang diemban semsa kuliah langsung diterapkan dengan kolaborasi antara kebun dan ternak Kak Agis. Singkat cerita ia sukses menjadi Agropreneur.

Ini dia Kak Agis sosok Sarjana Muda yang memilih menjadi Petani ketimbang Karyawan BUMN.

Image result for nur agis aulia

Selain itu juga, kami selaku kader FoSSEI menggalakkan gerakan Wakaf Millenials yaitu berwakaf minimal 10 ribu perorangnya melalui aplikasi E-salaam. Keren bangetlah pokoknya (maaf tidak ada unsur sombong disini hanya berbagi cerita).


Selesai seminar, kami disuruh menunggu sampe agenda berikutnya yakni puncak acara (Gala Dinner). Padahal masih lama :(

Jiwa-jiwa wong dusun kami keluar ketika itu, karena berhubung tidak ikut fieldtrip maka kami berencana berwisata kilat. Maaf sekali lagi maaf panitia (jikalau ada yang membaca hihi).

LO (baca: el o), pemandu/pembimbing team kami sebenarnya sudah was-was jikalau kami tidak mentaati peraturan, tapi apalah daya jika keinginan untuk cuci mata di Kota Surabaya tidak terpenuhi. Walaupun demikian LO kami memaklumi hal tersebut yess.

Jadi, berhubung ini artikel sudah lumayan panjang langsung deh ke pointnya. Kami pergi ke Museum Kapal Selam. Kembali teringat memori OPSI 2015, sama-sama mengunjungi objek wisata ini juga :)

Tampak Luar Museum Kapal Selam

Menaiki tangga Museum Kapal Selam


Tampak Dalam Museum Kapal Selam


Foto Sang Kapten Laut


Berfoto di dalam kapal


Tampak Asik Memegang Stir Kemudi Kapal Hehe


Tampak Dinding Tembok Area Museum Kapal Selam


Beberapa Fasilitas Pemanis



Lalu, seusai berkeliling museum kapal selam kami sempat singgah ke toko oleh-oleh sudimampir yang katanya murah. Hanya beberapa saja yang aku beli, berhubung uang hampir habis terkuras akibat biaya perjalanan maka oleh-oleh yang dibeli pun seadanya seperti pesanan emak.

Padahal masih lama saya pulang, tapi emak bersikeras untuk menitip oleh-oleh. Katanya "Beli yang tahan lama yah", emak sudah berkata demikian satu, dua, tiga cukuplah yang pasti ada kerupuk bawang mentah yang bisa tahan lama. Selain itu, ada pula oleh-oleh untuk beberapa temen di kampus serta tak lupa pula temen kostan. Kalo duit banyak, udah dibeli banyak-banyak deh (serius ini sist bukan pelit yow). Oiya kemarin nyari toko gantungan kunci, tapi gak ketemu-temu :(

Malam Gala Dinner


Malam yang menegangkan, menggetarkan jiwa dan raga.
Kami disambut beberapa kesenian khas Jawa Timur salah satunya Reog.
Lanjut lagi penampilan dari Mahasiswa Seni di Unair.
Lanjut lagi icip-icip santai jajanan tradisional Surabaya.
Kemudian, diam, mencekam, dag-dig-dug, tertunduk berharap, pasrah (Malam Penganugrahan).
---Belum Rejeki---

16 April 2019


Hari terakhir menginjakkan kaki di tanah arek-arek Suroboyo. Seharusnya hari itu adalah hari jalan-jalan bagi peserta Temilnas, namun karena bertepatan besoknya hari Pemilu (17 April 2019) yang hanya ada 5 tahun sekali maka kami memilih pulang lebih cepat. Sedikit salam perpisahan dariku, tak banyak yang bisa diutarakan kecuali kata maaf dan terima kasih kepada Mbak Shinta Lo kami hehe. Foto ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir kita bersua di Surabaya, maafkan kami mbak baru bisa akhiran foto barengnya. Semoga di lain waktu kita bertemu di lain tempat, kalo bisa si Mbaknya dateng ke Palembang.

Ditutup dengan Kisah Manis


Area Lampu Merah di Jalan Tunjungan


 Mengakhiri cerita saya kali ini, ada satu hal unik yang ingin saya ceritakan. Jadi, kemarin kami sempat berjalan ke arah lampu merah di Jalan Tunjungan, uniknya setiap lampu merah menyala maka secara bebarengan lagu khas Surabaya melantun merdu memecah riuh suara kendaraan. Menarik sekali untuk didengarkan, bahkan dengan sengaja saya duduk diam fokus ke arah suara itu muncul.
Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan
Rek ayo rek rame rame bebarengan
Cak ayo cak sopo gelem melu aku
Cak ayo cak nggolek kenalan cah ayu
Demikian kenangan manis dari kota Pahlawan, Surabaya. Akhir kata, penulis pamit undur diri.
Salam hangat buat mantan *eh kamu maksudnya :D











2019/04/02

[TIPS KTI #2] Cara Mudah Membuat BAB 2 Kajian Teori

bab 2


Kucing rakus muka datar
Makan teri tak berasa
Hallo Sobat Kuskus Pintar
Sudah lama kita tak bersua๐Ÿ˜

Jadi kali ini saya akan berbagi ilmu yang pernah saya serap sewaktu duduk di bangku SMA. Ilmu yang sungguh tak banyak ini akan saya bagikan dengan cuma-cuma (Azik)

Oiya boleh dong cerita sedikit, dulu sewaktu SMA saya ngambil jurusan IPS. Kenapa saya milih IPS ? hehe ntar kapan-kapan saya ceritakan di lain artikel yah (Takut kepanjangan dan akhirnya membosankan).

Singkat cerita ada salah satu mapel yakni Sosiologi. Pelajaran Sosiologi termasuk mapel yang sangat saya gemari, karena ke-simple-annya lho hehe. Simple karena kami hanya bawa modul tipis kertas HVS yang saya taksir hanya berjumlah 200 halaman. Modul sakti tersebut berisi materi selama SMA yakni kelas 10, 11, dan 12.

Wow bener bukan? Dibalik modul sakti itu ada sang penulis pena yaitu Tino Raharjo (Guru saya dulu). Andai saja kitab PSAK anak Akuntansi bisa dirangkum sedemikian rupa juga, alangkah bahagianya hidupku ๐Ÿ˜‚

Kepanjangan ya ceritanya?
Oke lanjut ke inti pembahasan artikel kali ini. Apa itu?

Kuy cek ke bawah hehe

BAB 2 Kajian Teori


Materi dari Tips KTI yang ke #2 yakni Kajian Teori. Adapun nama lainnya adalah Landasan Teori, kajian pustaka dan istilah-istilah lainnya.

Pada Bab 2 Karya Tulis Ilmiah mencakup:

A. Landasan Teori

B. Teori Penelitian Terdahulu (jika ada)

C. Hipotesis (jika ada)

D. Kerangka Berpikir (jika ada)


Tau nggak apa aja isi dari Landasan teori?
Belom yah?

Oke langsung saja...

A. LANDASAN TEORI


Berikut ini penjelasannya secara ringkas.
1. Istilah lain dari landasan teori adalah kajian pustaka, tinjauan pustaka, studi pustaka/kajian teori.
2. Landasan teori merupakan telaah masalah penelitian/penulisan karya tulis ilmiah yang didasarkan pada teori, fakta, data, pengertian, hasil penelitian sebelumnya yang diperoleh dari hasil pencarian sumber melalui membaca.
3. Pokok pembahasan yang dikaji ialah variabel yang menjadi fokus penelitian/penulisan.
4. Landasan teori ini dijadikan sebagai dasar membuat hipotesis

Contoh nih yah kalo belom jelas dengan ringkasan di atas.

Judul Karya: "wakafkito.com, Solusi Pembiayaan Umat"
Nah pada karya tersebut yang menjadi titik fokus permasalahannya adalah cara baru dalam mengumpulkan wakaf tunai. Solusi yang mereka tawarkan melalui penerapan fintech (Financial Technology) yakni rancangan situs wakafkito.com.

Pada karya tulis tersebut bisa diuraikan mengenai teori tentang wakaf, fintech, dan model pimbiayaan/akad yang digunakan.
Seperti berikut ini.
BAB 2 KAJIAN TEORI
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Wakaf Tunai
2.1.2 Financial Technology
2.1.3 Akad Mudharabah

Jadi begitu sobatKus untuk penjelasan mengenai Landasan teorinya.

B. TEORI PENELITIAN TERDAHULU (Jika ada)


Pada bagian ini berisi penelitian terdahulu yang relevan atau memiliki kesamaan dengan karya tulis yang kita buat. Bagian yang perlu ditulis pada bagian Teori penelitian terdahulu adalah nama (penulis/instansi), tahun penulisan, judul penelitian, dan ringkasan singkat atau hasil penelitian (kesimpulan).

Misalnya penelitian yang pernah ada terkait pembuatan website untuk menghimpun dana wakaf, namun memiliki perbedaan dari karya tulis yang kalian buat. Pada penelitian terdahulu website hanya menghimpun dana wakaf tunai untuk pembangunan infrastruktur. Nah pada karya tulis kalian memiliki inovasi, yakni dana yang dihimpun ditujukan untuk UMKM. Ibaratnya website yang dibuat adalah tempat pertemuan antara investor dan pencari dana usaha.

Namun pada bagian ini sifatnya tidak wajib ditulis atau dicantumkan karena tidak semua peneltian pernah dilakukan sebelumnya.

C. HIPOTESIS (Jika ada)


Hipotesis merupakan jawaban sementara (praduga) dari hasil kajian teori yang masih perlu dibukti kebenarannya. Beberapa penelitian atau karya tulis ilmiah todak memerlukan hipotesis seperti kajian secara historis dan deskriptif. Biasanya karya tulis ilmiah humaniora (ekonomi dan sosial) jarang menggunakan hipotesis.

Ada dua jenis hipotesis:
-Hipotesis kerja/hipotesis alternatif/Ha.
Merupakan semua hipotesis yang dibangun oleh penulis. Contohnya, ada hubungan antara pacaran dengan prestasi belajar.
-Hipotesis nol/Ho.
Merupakan ingkaran atau kebalikan daru hipotesis Ha. Contohnya, tidak ada hubungan antara pacaran dengan prestasi belajar.

D. KERANGKA BERPIKIR


Kerangka pikir berisi bagan yang merupakan alur penulisan atau penelitian karya tulis yang dibuat oleh si penulis. Pada karengka berpikir ini dimulai dari penemuan masalah hingga ditemukannya solusi dan disusun secara sistematis. Layaknya bagan, kerangka berpikir dibuat seperti bagan yang memiliki anak panah sebagai penghubung dan jika diperlukan dapat ditambah beberapa cabang.Berikut ini contoh Kerangka Berpikir dengan judul Karya Tulis Ilmiah "WAKAFKITO.COM, SOLUSI PEREKONOMIAN UMAT MASA KINI”

kerangka berpikir


Sudah berakhir perjumpaan materi artikel kita kali ini, akhir kata semoga bermanfaat.