Sederhana Tapi Banyak Maunya


Kepada Lelaki yang sederhana itu,
Tolong katakan padanya aku berhenti.

Aku lelah berkontemplasi dengan semesta,
Semesta tak ingin mengalah,
Mungkin strategiku terlalu payah,
Kau dan semesta tetap selalu menang.

Kali ini aku tak ingin berkompromi,
Perihal rasa yang telah lama tergenang di lautan emosi,
Mendesakku untuk menumpahkannya.

Ya, aku berhenti.
Kau lelaki sederhana.
Sederhana bagaimana tanyamu(?)
Bahkan sekalipun rumus fisika, matematika, tak akan bisa menjawab kesederhanaanmu itu.

Kau sederhana tapi tinggi asanya.
Kau sederhana tapi dalam pemikirannya.
Kau sederhana tapi luas pandangannya.
Kau sederhana tapi banyak maunya.

Maaf semesta, aku lelah dibayang-bayangi kesederhanaannya.
Sederhana tapi banyak maunya.

Aku ingin segera pergi.
Makan saja kata sederhana yang kau punya!

Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo
Mung dibutuhno pas atimu loro

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel