Pendongeng

Usang

Pendongeng

Perihal kata yang tak pernah habis kau ucap,
Secangkir teh pahit yang menemani pagi,
Kain sarung yang lusuh tak berwarna lagi,
Aroma kayu lapuk di ruang yang bersawang.

Kau bilang,
Walau umurku akan habis dimakan waktu,
Tapi cintaku tak lekang oleh waktu.

Sajak ini tersesat di sela-sela kata,
Mencari makna pada kalimat kosong.

Kau kian ahli menjadi pendongeng.
re, 2019

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel